Assalamu'alaikum

Labels

Sabtu, 03 Maret 2012

Membuka Tabir Lebaran Pekanan


Oleh: Falah Abu Ghuddah*

*نقد متن الحديث


لقد فضل الله هذه الأمة بعلوم لا توجد في غيرها من الأمم وهي علوم الحديث الشريف. والحديث كمصدر التشريع الأساسي بعد القرآن يكون مجال البحث الرئيسي لدى المسلمين وغيرهم. لكن للأسف الشديد فقد اجترأ أعداء الإسلام في تشكيك هذا العلم الشريف بل طعنوه وبذلوا في تخريبه. وأحد الادعاءات الكاذبة والافتراءات الباطلة إنهم قالوا إن العلماء توسعوا في نقد سند الحديث أكثر من توسعهم في نقد المتن بل اكتفوا بنقد السند دون الخوض في نقد متنه مع أننا نعلم أن الحديث مكوّن من الجانبين الرئييسين وهما السند والمتن.

Kamis, 05 Januari 2012

Menguji Keabsahan Nabi?*


Beberapa tahun belakangan ini banyak isu hangat seputar nabi palsu. Bak ajang mencari sensasi dan popularitas, mengaku nabi kian banyak ditemukan masyarakat Indonesia. Lucunya para nabi palsu tersebut dapat mengajak dan memincut sebagian umat Islam. Bahkan bukan dalam bilangan puluhan saja yang menjadi korban, beberapa dari mereka berhasil meraup pengikut diatas angka ratusan bahkan ribuan. Lalu bagaimana kita menyikapi kondisi nyata di masyarakat ini? Cukupkah kita menunggu korban-korban dan munculnya para “nabi artis” selanjutya. Akankah kita berdiam diri dengan menunggu mukjizat yang konon merupakan bukti ”sakti” seorang menjadi nabi. Mudah-mudahan sedikit tulisan ini dapat memberi pencerahan kepada kita bagaimana cara menguji keabsahan seorang nabi. Selamat menikmati…
Sebagian orang menyangka bahwa bukti kenabian hanya dengan adanya mukjizat padahal ada beberapa cara lain untuk menetapkannya. Kita dapat dapat menangkis tuduhan salah ini dengan mengatakan bahwa mukjizat memang berbeda dengan cara-cara lain (dalam menetapkan kebenaran kenabian seseorang) karena ia merupakan cara yang berlaku secara umum untuk menetapkan kebenaran seluruh para nabi dan dapat dibuktikan pada semua orang, adapun cara-cara lain (dalam menetapkan kebenaran kenabian seseorang) mungkin hanya dapat menjadi bukti kenabian pada sebagian orang namun tidak pada yang lainnya.

Rabu, 07 Desember 2011

Studi Sanad (Dirosatul Asanid)


Oleh: Faza Abdu Robbih*
Hadis merupakan sumber primer dalam Islam. Ia menempati urutan kedua teratas setelah Al-Quran. Maka tak heran ia juga memiliki peran yang sangat urgen dalam mengkaji dan memahami Islam. Ketika umat Islam tak dapat dipisahkan dari al-Quran maka merekapun tak dapat terlepas dari hadis (sunnah). Keduanya ibarat dua mata uang yang tak dapat dipisahkan. Bila Allah berjanji menjaga Al-Quran maka secara tak langsung Ia juga berjanji menjaga sarana untuk memahaminya, sunnah.
Dalam kajian hadis kita mengenal dua unsur penting yaitu jalur transmisi (sanad) dan isi hadis (matan). Kedua-duanya merupakan dasar pokok dalam hadis. Walau terkadang kajian matan lebih banyak diminati dibanding dengan kajian sanad. Hal ini tak heran karena umat Islam termasuk Indonesia lebih menyukai pemahaman kandungan hadis dibanding dengan sanad. Bisa dibilang hanya mereka yang berkecimpung dalam dunia akademis khususnya para lakon di jurusan tafsir hadislah yang mendalami kajian ini.
Sependek pengetahuan penulis kajian sanad memang tidak segreget kajian matan. Salah satu alasannya karena kerumitannya dan referensi yang memang masih terbilang minim dan “belum sistematis”. Dari sini kami ingin berbagi sepercik ilmu yang kami dapat di universtas tertua (Al-Azhar) khususnya dalam kajian sanad.

Most View Product

Saksi Bisu

Saksi Bisu