Assalamu'alaikum

Labels

Selasa, 17 April 2012

Syammu Nasim


Oleh: Falah Abu Ghuddah*
“Syammu nasim haram, bid’ah, dholal (sesat)”.
Begitulah kira-kira ungkapan di salah satu website yang membahas tentang perayaan hari raya ini (syammu nasim). Suatu pernyataan yang memang terlihat keras dan kaku. Namun ia tidak mewakili pendapat seluruh ulama dalam perayaan hari besar ini, mungkin hanya pendapat sebagian kecil saja.
Awalnya aku heran, mengapa kuliah hari ini dan esok diliburkan. Padahal detik-detik menjelang ujian semakin mendekat. Bukankah sebaiknya pihak universitas mempercepat masa kuliah dan menyelesaikan materi yang ada. Usut demi usut, ternyata hari ini adalah hari libur nasional. Karena masyarakat setempat memeriahkan syammu nasim. Maka saya berusaha mengumpulkan beberapa data baik dari teman-teman Mesir dan beberapa sumber lainnya.

Minggu, 08 April 2012

Metode Al-Quran Dalam Melindungi Harga Diri




Para ulama berpendapat bahwa tujuan syariat Islam yang pokok (maqhosid as-syari’ah) terkumpul dalam bebepara poin diantaranya menjaga agama, menjaga keturunan, menjaga darah, menjaga harta, menjaga harga diri dan lain-lain. Bila kita perhatikan dari beberapa tujuan syariat di atas maka kita temukan bahwa salah satu tujuan syariat adalah menjaga harga diri. Bisa dibilang tujuan ini termasuk hal yang sangat diperhatikan dibanding beberapa poin lainnya. Buktinya mereka lebih banyak menjaga dan memperhatikannya dibanding dengan harta dan perhiasanhal ini wajar kiranya karena bila mereka kehilangan harta maka mereka dapat mencari dan mendapatkannya kembali, berbeda dengan harga diri, apabila ia sudah hilang dari manusia maka mereka akan sulit menemukannya kembali dan ia juga lebih berarti bagi mereka dibanding dengan tumpukan emas atau bongkahan harta.

Sabtu, 03 Maret 2012

Membuka Tabir Lebaran Pekanan


Oleh: Falah Abu Ghuddah*

*نقد متن الحديث


لقد فضل الله هذه الأمة بعلوم لا توجد في غيرها من الأمم وهي علوم الحديث الشريف. والحديث كمصدر التشريع الأساسي بعد القرآن يكون مجال البحث الرئيسي لدى المسلمين وغيرهم. لكن للأسف الشديد فقد اجترأ أعداء الإسلام في تشكيك هذا العلم الشريف بل طعنوه وبذلوا في تخريبه. وأحد الادعاءات الكاذبة والافتراءات الباطلة إنهم قالوا إن العلماء توسعوا في نقد سند الحديث أكثر من توسعهم في نقد المتن بل اكتفوا بنقد السند دون الخوض في نقد متنه مع أننا نعلم أن الحديث مكوّن من الجانبين الرئييسين وهما السند والمتن.

Kamis, 05 Januari 2012

Menguji Keabsahan Nabi?*


Beberapa tahun belakangan ini banyak isu hangat seputar nabi palsu. Bak ajang mencari sensasi dan popularitas, mengaku nabi kian banyak ditemukan masyarakat Indonesia. Lucunya para nabi palsu tersebut dapat mengajak dan memincut sebagian umat Islam. Bahkan bukan dalam bilangan puluhan saja yang menjadi korban, beberapa dari mereka berhasil meraup pengikut diatas angka ratusan bahkan ribuan. Lalu bagaimana kita menyikapi kondisi nyata di masyarakat ini? Cukupkah kita menunggu korban-korban dan munculnya para “nabi artis” selanjutya. Akankah kita berdiam diri dengan menunggu mukjizat yang konon merupakan bukti ”sakti” seorang menjadi nabi. Mudah-mudahan sedikit tulisan ini dapat memberi pencerahan kepada kita bagaimana cara menguji keabsahan seorang nabi. Selamat menikmati…
Sebagian orang menyangka bahwa bukti kenabian hanya dengan adanya mukjizat padahal ada beberapa cara lain untuk menetapkannya. Kita dapat dapat menangkis tuduhan salah ini dengan mengatakan bahwa mukjizat memang berbeda dengan cara-cara lain (dalam menetapkan kebenaran kenabian seseorang) karena ia merupakan cara yang berlaku secara umum untuk menetapkan kebenaran seluruh para nabi dan dapat dibuktikan pada semua orang, adapun cara-cara lain (dalam menetapkan kebenaran kenabian seseorang) mungkin hanya dapat menjadi bukti kenabian pada sebagian orang namun tidak pada yang lainnya.

Most View Product

Saksi Bisu

Saksi Bisu